Sunday, 12 June 2011
Pesan Buku "20 Mantra Cepat Kaya"
Judul : 20 Mantra Cepat Kaya
Penulis : Joni Lis Efendi
Penerbit : Leutika, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Desember 2010
Gendre : Motivasi Bisnis
Halaman : xviii + 126
Harga: Rp 30.000,-
ISBN : 978-602-8597-57-9
Sekilas tampak judul buku ini seperti buku-buku bisnis lainnya yang menjanjikan kekayaan secara instan. Tapi tidak. Buku ini sesekali diisi jeritan hati sang penulis ketika membangun bisnisnya dari nol. Bahwa seperti apapun pencapai suatu usaha tetap dimulai dari perjuangan yang “berdarah-darah”. Butuh ketekunan, keberanian, percaya diri, dan pasrah.
Monday, 6 June 2011
Endosment Buku: Writing Revolution, Cara Dahsyat Menulis Cerpen
Buku: "Writing Revolution, Cara Dahsyat Menulis Cerpen dalam Waktu 7 Jam Sampai Layak Kirim ke Media dan Menang Lomba"
Penulis: Joni Lis Efendi
www.menulisdahsyat.blogspot.com
www.writing-revolution.com
Penulis: Joni Lis Efendi
www.menulisdahsyat.blogspot.com
www.writing-revolution.com
Berikut ini tanggapan pembaca pertama buku yang akan terbit ini:
“Bisa menulis cerpen yang layak kirim ke media dan menang lomba hanya dalam waktu 7 jam? Awalnya, aku yang tidak bisa menulis bahkan tidak menyukai cerpen sama sekali ini, dibuat penasaran olehnya. Setelah membaca semua isi buku ini, aku pun langsung mempraktekkan ilmu-ilmu dan jurus-jurus handal yang disajikan di dalamnya. Patut diacungkan jempol, buku ini bisa membuatku mencintai dunia tulis-menulis yang berawal dari sebuah cerpen. Semoga buku ini dapat melahirkan banyak penulis baru dan dapat mewujudkan Visi Indonesia Menulis 2025 untuk Mencetak 1 Juta Penulis.”
Riri Maretta
Wiraswasta, Solok, Sumatera Barat, peserta SMCO Angkatan 2.
Sunday, 8 May 2011
KAMI BERIKAN BUKTI BUKAN SEKEDAR JANJI (TESTIMONI PESERTA SMCO)
SEMOGA TESTIMONI/ENDOSMENT DARI REKAN-REKAN YANG TERLEBIH DAHULU MENGIKUTI SEKOLAH MENULIS CERPEN ONLINE (SMCO) SEMAKIN MEMACU SEMANGAT SOBAT DAN REKAN SEKALIAN UNTUK BERGABUNG DENGAN RATUSAN PESERTA SMCO LAINNYA, YANG BERASAL DARI SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI. PESERTA SMCO OTOMATIS RESMI TERGABUNG MENJADI ANGGOTA WARITING REVOLUTION (WR) dan BERHAK IKUTAN LOMBA CERPEN REMAJA 2011 SERTA PROYEK BUKU KERJA BARENG SEMUA WARGA WR.
"Setelah mengikuti SMCO saya banyak mendapat pelajaran bagaimana cara menulis cerpen yang baik, benar dan layak terbit. Dengan bergabung di WR juga jadi banyak mendapat teman-teman dengan minat yang sama yaitu belajar menulis dan menjadi pen...ulis hebat. So… teman-teman mari bergabung bersama kami di SMCO… insya Allah menulis jadi semakin menyenangkan ^_^"
Lysa S. (ica bdp)
Mahasiswi Pascasarjana IPB Bogor
"Bergabung dengan WR kerreeeennnnnnnnnn puuullllllll... bertambah pengetahuannya tentang dunia kepenulisan juga bertambah sahabat tentunya. Pokoknya WR TOP dech...."
Yully Riswati
BMI Hong Kong
Thursday, 5 May 2011
Pemenang Lomba Flash True Story (FTS) Writing Revolution: Impianku Menjadi Penulis
Para Pemenang Lomba Flash True Story (FTS) Writing Revolution: Impianku Menjadi Penulis adalah:
- El Eyra, “Imajiku; Menjadi Seorang Penulis”
- Yulina Trihaningsih, “Jejak Di Hati Kalian”
- Uci Inspiring Heaven, “Aku Tetap Ingin Menulis!”
- Tiara Citra Septiana, “Menulis: Perjalanan Menggapai Mimpi”
- Danik Easteria, “Menulislah, maka Kau akan Membuat Sejarah...”
Masing-masing pemenang akan mendapatkan Beasiswa Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO), kartu Anggota Writing Revolution, sertifikat, dll.
Silakan kirim biodata lengkap ke email ini: DaftarWR@gmail.com
Tulis di judul/subjek email: BEASISWA SMCO
LOMBA FLASH TRUE STORY (FTS) WRITING REVOLUTION: RAMADHAN PENUH CINTA
Syarat dan ketentuan:
- 50 KISAH SEJATI AKAN DIBUKUKAN.
- Lomba ini HANYA BAGI ANGGOTA RESMI WRITING REVOLUTION (SMCO/SMPO/SMNO/SMAO/SMBO/
KMC). - Bersifat perorangan, masing-masing peserta hanya boleh mengirim 1 tulisan.
- Panjang tulisan 200-500 kata (termasuk judul).
- Tema:Ramadhan Penuh Cinta (tentang perasaan hati menyambut bulan suci Ramadhan, rasa cinta kepada-Nya dengan menjalankan ibadah, semangat cinta berbagi dengan sesama, dan tanda cinta yang tak terkira atas semua nikmat yang telah diberikannya dan bentuk kesyukuran menyambut hari kemenangan, Idul Fitri)
- File tulisan dikirim ke email: AntologiWR@gmail.com
- Tulis di judul/subjek email: FTS Ramadhan WR-Judul-Nama Penulis
- Biodata maksimal 80 kata, ditulis bagian bawah tulisan.
- Mencantumkan nomor anggota WR di biodatanya.
- Naskah diterima panitia selambat-lambatnya pada tanggal 05 Juni 2011 pukul 23.59 WIB.
- BAGAIMANA CARA MENJADI ANGGOTA WRITING REVOLUTION info lengkap klik: www.menulisdahsyat.blogspo
t.com atau www.writing-revolution.com
Keterangan:
- SEKOLAH MENULIS CERPEN ONLINE (SMCO)
- SEKOLAH PUISI ONLINE (SPO)
- SEKOLAH MENULIS ARTIKEL ONLINE (SMAO)
- SEKOLAH MENULIS NOVEL ONLINE (SMNO)
- SEKOLAH MENULIS BUKU ONLINE (SMBO)
- KMC: Kelas Menulis Cerpen
Tuesday, 3 May 2011
NOMINATOR LOMBA FLASH TRUE STORY (FTS) WRITING REVOLUTION: IMPIANKU MENJADI PENULIS
Alhamdulillah hanya dalam rentang seminggu LOMBA FLASH TRUE STORY (FTS): IMPIANKU MENJADI PENULIS yang digagas oleh Writing Revolution sampai 30 April, sedikitnya 200-an tulisan turut meramaikan. Namun masih ada puluhan di antaranya yang masih melebihi batasan 200 kata yang kami syaratkan.
Penilaian terhadap tulisan yang masuk tidak semata-mata dilihat dari kualitas tulisan dan kaidah penulisan. Namun juga berkaitan dengan latar belakang penulis, yang lebih diprioritaskan mereka yang baru berkecimpung di dunia tulis-menulis dan belum banyak menghasilkan karya. Tapi memiliki semangat untuk belajar dan berusaha menggapai impian menjadi seorang penulis hebat nantinya.
Penilaian terhadap tulisan yang masuk tidak semata-mata dilihat dari kualitas tulisan dan kaidah penulisan. Namun juga berkaitan dengan latar belakang penulis, yang lebih diprioritaskan mereka yang baru berkecimpung di dunia tulis-menulis dan belum banyak menghasilkan karya. Tapi memiliki semangat untuk belajar dan berusaha menggapai impian menjadi seorang penulis hebat nantinya.
Saturday, 12 March 2011
PESERTA LULUS KELAS CERPEN ANGKATAN 2 (KHUSUS WR PEKANBARU)
Nama-nama berikut ini dinyatakan lulus setelah mengikuti Kelas Menulis Cerpen Angkatan 2 Writing Revolution Pekanbaru:
- Indri Yuliana
- Linda Susanti
- Hosni Wahyuna
- Mella
- Rahmah Rinawati
- Nurhikmah
- Suci Apriani
- Ismahera Omar
- Jefriadi
- Nur Farida
- Siti Fatimah
- Sri Wahyuni
- Sri Utami
- Defi Andriani
- Suliyani
- Ilham Khatib
- Rina Ari Rohmah
- Supeni
- Juwita Oktavani
- Wilda Ningsih
- Hersy Melya N.S.
- Peni Yanda
- Martina Eka DS
- Siti Sarah
- Wied Damayanti
- Kartini
- Yuni Selvi Lestari
- Yenni Sarinah
- Hari Purnomo
- Siti Nur Azimah
Penyerahan sertifikat dan kartu anggota Writing Revolution akan dilaksanakan pada tanggal 13 Maret, Pukul 14.00 WIB di Balai Bahasa Pekanbaru, Samping FKIP Bahasa Indonesia Universitas Riau.
Kelas Cerpen Angkatan 3 Khusus Pekanbaru
Dibuka kesempatan bagi rekan-rekan pelajar, mahasiswa dan umum untuk mengikuti Kelas Menulis Cerpen WR Angkatan 3. Terakhir pendaftaran 13 Maret 2011 bersamaan dengan penyerahan sertifikat kelulusan angkatan 2 di Balai Bahasa, Samping FKIP Unri, pukul 14.00 WIB.
Konfirmasi pendaftaran:
*Unri/UR : 085278047959/083187595698 (Susilawati)
*UIN : 085274923765 (Loli Febriyeni), Rahmah 085264631650
Biaya registrasi: Rp 25 ribu (fasilitas: modul, sertifikat dan kartu anggota WR)
Belajar mulai 19 Maret Pukul 16.00 WIB di Balai Bahasa Pekanbaru.
Khusus di UIR:
Registrasi silakan menghubung Resti 081270626350
Biaya: Rp 25 ribu (fasilitas: modul, sertifikat dan kartu anggota WR)
Mulai belajar 18 Maret, Pukul 16.00 WIB di kelas samping Perpustakaan UIR
Wednesday, 9 March 2011
Sunday, 6 March 2011
Novel Terbaru Saya: PERSEMBAHAN CINTA DARI SURGA
Siapa yang mau menjadikan novel terbaru saya ini sebagai pacar baru?
Saya ikhlas kok. Cukup bayar maharnya Rp 45 ribu, sudah bisa dipesan di Toko Buku kesayangan kamu. Dan, buku adalah pacar yang paling setia dan pengertian :)
Judul : Persembahan Cinta dari Surga
Penulis : Nurrahman Effendi (nama pena Joni Lis Efendi)
Penerbit : Diva Press, Yogyakarta
Tebal : 362 hlm.
Terbit : Februari 2011
Novel ini bersetting kerusuhan Mei 1998, Jakarta. Aktivis yang tertembak lalu dimasukkan ke dalam penjara dengan tuduhan mengancam keselamatan negara. Dibumbuhi dengan kisah cinta, kesetiaan, pengorbanan dan idealisme yang tak pernah pupus. Silakan dikoleksi. Terima kasih.
Salam hormat kami,
Joni Lis Efendi (Nurrahman Effendi)
Tuesday, 1 March 2011
Cerpen Lulus Seleksi LCR Februari 2011
Setelah mengamati kelengkapan syarat dan penulisan, Panitia mengambil keputusan dan menyatakan bahwa cerpen-cerpen berikut ini yang dinyatakan LULUS seleksi I kemudian akan naik ke meja Dewan Juri untuk dinilai.
1. A Luck, karya Rizky Pitajeng
2. Amarah Ratna, karya ANDRI SURYA PERMANA
3. ANGELS CRY, karya Lina Nadzivah
4. Asam Manis Masa Lalu, k...arya Danik Puspita Sari
5. Asyik Gue Lulus, karya Dina Mardian
6. Buzzer Beat karya Shona Vitrilia
7. Cinta Raya, karya RIRI MARETTA
8. Dalam Senyum yang Dalam, karya Aida Roselina
9. Do not say I was late again, karya Arasy Rezki Alda
10. Dokter Gigi, karya Marsya Sinarani
11. FLASHDISK, karya NURHIKMAH TALIASIH
12. Gagal Lomba, karya Lia Indriyani
13. Ikrar, karya Ikhsan
14. Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, karya Dede Yunita Putri
15. PAPIKU MATAHARIKU, karya Prima Sagita
16. RANJANG BESI, karya Yazmin Aisyah
17. RAPUH, karya Mustika Wilda Sari Siregar
18. SENYUM CINTA, karya ASTRIANA KRISMA RISKY
19. Simpanan Om, karya Encep Abdullah
20. SOBATKU PACARKU, karya Andi Mustika Azimah
21. SUMBANGAN, karya SRI WAHYUTI
22. Korban Darah, karya Gagas Tri Anggoro
23. Pernah Menjadi Aku? karya Eka Oktarya
24. Sikap Arya Untuk Gita, karya Rizka Putri Rahmadani
25. TAK INGIN KUMENGENALNYA, karya RIZKI AKMALLIA
26. LUKA ADINDA, karya Jasmawati
27. Warisan, karya Ratih Hayu Kinasih (Ayuu)
28. Jessi, karya De’ Kecil (YUNIATI MAHMUDAH)
29. Ginjal untuk Ibu, karya Putri Dwi Silvana
30. Waktu, karya Ni Nyoman Dewi Putri Utami
31. Weton, karya Silvia Dyah Puspita Sari
32. Curang Masuk Jurang, karya Sugeng Santoso
Catatan:
1. A Luck, karya Rizky Pitajeng
2. Amarah Ratna, karya ANDRI SURYA PERMANA
3. ANGELS CRY, karya Lina Nadzivah
4. Asam Manis Masa Lalu, k...arya Danik Puspita Sari
5. Asyik Gue Lulus, karya Dina Mardian
6. Buzzer Beat karya Shona Vitrilia
7. Cinta Raya, karya RIRI MARETTA
8. Dalam Senyum yang Dalam, karya Aida Roselina
9. Do not say I was late again, karya Arasy Rezki Alda
10. Dokter Gigi, karya Marsya Sinarani
11. FLASHDISK, karya NURHIKMAH TALIASIH
12. Gagal Lomba, karya Lia Indriyani
13. Ikrar, karya Ikhsan
14. Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, karya Dede Yunita Putri
15. PAPIKU MATAHARIKU, karya Prima Sagita
16. RANJANG BESI, karya Yazmin Aisyah
17. RAPUH, karya Mustika Wilda Sari Siregar
18. SENYUM CINTA, karya ASTRIANA KRISMA RISKY
19. Simpanan Om, karya Encep Abdullah
20. SOBATKU PACARKU, karya Andi Mustika Azimah
21. SUMBANGAN, karya SRI WAHYUTI
22. Korban Darah, karya Gagas Tri Anggoro
23. Pernah Menjadi Aku? karya Eka Oktarya
24. Sikap Arya Untuk Gita, karya Rizka Putri Rahmadani
25. TAK INGIN KUMENGENALNYA, karya RIZKI AKMALLIA
26. LUKA ADINDA, karya Jasmawati
27. Warisan, karya Ratih Hayu Kinasih (Ayuu)
28. Jessi, karya De’ Kecil (YUNIATI MAHMUDAH)
29. Ginjal untuk Ibu, karya
30. Waktu, karya Ni Nyoman Dewi Putri Utami
31. Weton, karya Silvia Dyah Puspita Sari
32. Curang Masuk Jurang, karya Sugeng Santoso
Catatan:
- Karya yang tidak lulus seleksi sebanyak 12 cerpen.
- Sebagian besar karena tidak mematuhi syarat penulisan: ukuran kertas A4 (kebanyakan Letter), jenis huruf Times New Roman (ada juga yang bukan TNR) ukuran 12, spasi 2, jumlah halaman 4-6 halaman, dan tidak mencantumkan biodata.
- Bagi yang belum masuk penilaian untuk LCR Februari ini, masih bisa mengirim untuk bulan Maret.
- Selalu tingkatkan kreativitas dan telitilah kelengkapkan karya cerpennya sebelum dikirimkan untuk lomba.
Thursday, 3 February 2011
Cerpen Lulus Seleksi Bulan Januari 2011
Cerpen-cerpen yang dinyatakan lulus seleksi kelengkapan naskah, adalah:
Bagi yang belum bergabung di Writing Revolution, silahkan klik: SEKOLAH MENULIS CERPEN ONLINE.
Catatan:
- "Emak, Maria Ingin Sekolah Lagi!" karya Zahrotusti’anah, Depok
- "Langit", karya Kartika Hidayati, Tegal
- "Sebab Angin Dan Tanah", karya Shona Vitrilia, Bandung
- "Kerudung", Andri Surya Permana, Malang
- "Debur Ombak Pecahkan Karang", karya Liya Susanti, Surabaya
- "Unas", Lysa Simanjuntak, Bogor
- "Warna Bintang Untuk Tristan", karya Silfia Elly Oktaviani, Depok
- "Ijazah Asih", karya Lukman Hadi, Jember
- "Bodyguard Semu", karya Benazir Dwi Hartati, Bangka Belitung
- "Kopi Darat", karya Silvia Dyah Puspita Sari, Pati (Jawa Tengah)
- "Secercah Harapan", karya Nurul Kholidah, Kediri (Jawa Timur)
- "Cintamu Seperti Embun Pagi", karya Gayuh Risdian Saputro, Ponorogo
- "Sahabat Egois", karya Rani Dwi Sulistianti, Bandung
- "Merenda Asa", karya Sri Wahyuti, S.Pd.Aud, Demak
- "Lesung Pipit Ibu", karya Sujarwanto, M.T., Pekalongan
- "Lilin", karya Bella Octaviana, Langkat (Sumut)
- "I Love You", karya Nur Aisyah Siregar, Kisaran (Sumut)
- "Futsal", Asep Saeful Ulum, Subang
- "Ata", karya Eka Oktarya, Palembang
- "Pernikahan Satu Suku", karya Ikhsan, S. Kom, Padang
- "Ironi Arini", karya Kun Sila Ananda, Malang
- "Kalau Saja (Sesalku)", Windy Wildiani, Poso (Sulawesi Tengah)
- "Me Vs My Self", karya Qurrata Ayunin, Tasik Malaya (Jawa Barat)
- "Rima", karya Sri Muliyanah, Palembang
- "Kata Maaf Untuk Sahabat", karya Ratih Hayu Kinasih, Jakarta
- "Pangeran Impian", karya Eva Riyanty Lubis, Padangsidimpuan (Sumut)
- "Cho2nilA", karya Mayangsari, Semarang
- "Darah Sejarah", karya Yelfi Rahmi, Pekanbaru
- "Hana Putri Freak", karya Sarah El Zohrah, Garut
- "Pixel Kerinduan", karya Phoenix Wibowo, Bojonegoro (Jawa Timur)
- "Maling", karya Loli Febriyeni, Pekanbaru
- "Apakku Tempurung", karya Randi Hari Putra, Sumedang
- "Lukisan Vs Skripsi", karya Merry Wulan Septiani, Jakarta
- "Balada Kopi Vs Gado Gado", karya Raldina Asdyanti, Bekasi
- "Sinta", karya Restuti Dewi Wulandari, Depok
- "Cantik?", karya Putri Dwi Silvana, Jakarta
- "Luka Yang Mengering", karya Grace Maria Ulfa, Salatiga (Jawa Tengah)
- "Pahit", karya Tuti Rusnawati, Bekasi
- "Ternyata", karya Agnisaa Dwi Handayani, Bogor
- "Biola Berdawai Tangis", karya A.Rifkah Fauziah A, Gowa (Sulawesi Selatan)
Bagi yang belum bergabung di Writing Revolution, silahkan klik: SEKOLAH MENULIS CERPEN ONLINE.
Catatan:
- 8 naskah cerpen dinyatakan gugur karena melebihi batas 6 halaman spasi 2 atau tidak mencantumkan nomor anggota. Karena tergolong kesalahan fatal, maka kami dengan berat hati tidak meluluskannya. Naskah WAJIB mematuhi ketentuan syarat lomba terutama batasan jumlah halaman dan nomor anggota WR.
- Peringatan Terakhir: untuk seleksi bulan Februari, naskah yang tidak menulis nama, tidak mencantumkan nomor halaman, tidak spasi 2, tidak ukuran kertas A4, tidak margin 2,5 cm atau 3 cm, dan tanpa biodata DINYATAKAN GUGUR. Hal ini bertujuan untuk melatih warga Kampung WR sekalian tertib dalam mengirim naskah cerpen untuk lomba. Anggap ini sebagai ajang latihan dan membiasakan diri berkompetisi secara sehat dan telaten menyiapkan kelengkapan naskah :)
Friday, 24 December 2010
Mencerdaskan Generasi Bangsa dengan Menulis
Writing Revolution adalah lembaga pendidikan dan pelatihan yang memfokuskan dalam menumbuhkan, mengembangkan, dan mempertajam kemampuan menulis anak bangsa. Visi besar kami adalah Mencetak 1 Juta Penulis Hebat dan Profesional di Indonesia Tahun 2025. Tujuan yang kami pancangkan adalah tumbuhnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap kegiatan tulis-menulis sehingga bangsa ini semakin cerdas. Dengan terbentuknya masyarakat yang cerdas, maka kualitas sumber daya manusia Indonesia akan mampu bersaing di era globalisasi dan perdagangan bebas yang sudah di ambang mata.
Menulis adalah keahlian dasar yang WAJIB dikuasai oleh setiap kita jika ingin memenangkan ketatnya persaingan di zaman keterbukaan informasi seperti saat ini. Sudah terbukti secara ilmiah, bahwa menulis adalah skil atau keahlian yang bisa dipelajari dan dikembangkan, dan WRITING REVOLUTION ingin mengambil peran penting dalam mengembangkan SDM yang mahir menulis. Dengan motto "TERDEPAN MENCERDASKAN", WRITING REVOLUTION dengan tangan terbuka menerima tawaran kerja sama dengan siapa saja, organisasi, instansi atau perseorangan dalam mengadakan seminar, pelatihan dan sekolah menulis di SELURUH INDONESIA.
Pertama di Indonesia
Writing Revolution menggunakan metode menulis kreatif dengan kemampuan otak kanan, ini adalah yang pertama di Indonesia. Otak kanan memiliki kemampuan yang sangat menganggumkan, yang berkaitan dengan imajinasi, kreativitas, intuisi, gambar, seni, musik, kesadaran diri, empati dan yang hal-hal yang berhubungan dengan emosional dan spiritual. Otak kanan inilah yang mempengaruhi kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).
Melalui pendekatan dengan menggunakan otak kanan, mampu meledakan kemampuan imajinasi, tulisan menjadi berenergi serta aktivitas menulis terasa amat menyenangkan. Metode menulis dengan otak kanan ini telah diseminarkan dan dilatihkan di berbagai universitas, organisasi, dan daerah. Dengan hasil yang sangat menganggumkan.
Pelatihan, Seminar dan Pendampingan Writing Revolution
* Seminar Writing Revolution: Dahsyatnya Menulis dengan Otak Kanan
* Sekolah Menulis Cerpen Online
* Sekolah Menulis Novel Online
* Sekolah Menulis Buku Online
* Kelas Menulis Cerpen (khusus Pekanbaru)
* Writing Garden, yaitu program pendampingan langsung pelajar mulai dari SD, SMP, dan SMA yang bekerja sama dengan pihak sekolah.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi blog kami: www.menulisdahsyat.blogspot.com
Mitra Strategis
Dalam upaya pencapaian visi Mencetak 1 Juta Penulis Hebat dan Profesional di Indonesia Tahun 2025, Writing Revolution merangkul semua kalangan terutama yang menaruh perhatian besar terhadap dunia pendidikan di Tanah Air sebagai mitra strategis dalam mengembangan visi besar ini. Kami sangat terbuka dan respek dengan pihak-pihak yang sevisi untuk menjadikan generasi bangsa ini melek menulis, dan juga melek membaca.
Kontak kami:
Alamat kantor: Jalan Merak Sakti, Simpang Baru, Panam, Pekanbaru.
HP: 081275853550
Email: WritingRevo@yahoo.co.id
Blog: www.menulisdahsyat.blogspot.com
Tuesday, 21 December 2010
SEMINAR PENULISAN NASIONAL CARA DAHSYAT MENULIS DENGAN OTAK KANAN

SEMINAR PENULISAN NASIONAL CARA DAHSYAT MENULIS DENGAN OTAK KANAN
Pertama di Indonesia
Metode menulis kreatif dengan menggunakan kemampuan otak kanan ini adalah yang pertama di Indonesia. Otak kanan memiliki kemampuan yang sangat menganggumkan, yang berkaitan dengan imajinasi, kreativitas, intuisi, gambar, seni, musik, kesadaran diri, empati dan yang hal-hal yang berhubungan dengan emosional dan spiritual. Otak kanan inilah yang mempengaruhi kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).
Melalui pendekatan dengan menggunakan otak kanan, mampu meledakan kemampuan imajinasi, tulisan menjadi berenergi serta aktivitas menulis terasa amat menyenangkan. Metode menulis dengan otak kanan ini telah diseminarkan dan dilatihkan di berbagai universitas, organisasi, dan daerah. Dengan hasil yang sangat menganggumkan.
Peserta
Seminar ini bisa diikuti oleh pelajar (SD, SMP dan SMA), mahasiswa, guru dan umum. Bisa juga instansi, perusahaan, organisasi, sekolah, kampus atau perseorangan.
Materi yang disajikan:
Membongkar rahasia DAHSYAT Otak Kanan (tes kilat Otak Kanan)
Meledakkan KREATIVITAS dan IMAJINASI dengan OTAK KANAN
Trik KILAT menulis asyik.
Kunci rahasia supaya cerpen TEMBUS meja redaksi (koran/majalah)
Tips MENANG LOMBA penulisan
Durasi seminar:
Seminar ini dilakukan selama 3 jam, bisa sesi pagi, siang atau malam.
Waktu dan Tempat
Waktu dan tempat sesuai dengan permintaan dari penyelenggara
Biaya:
HARGA PROMOSI sampai MARET 2011 TARIF BAYARAN PEMBICARA hanya Rp 750.000,- (untuk sekali seminar). Biaya tersebut di luar transfortasi dan akomodasi untuk pembicara yang ditanggung oleh panitia penyelenggara.
Keuntungan Seminar ini
* Membangkitkan dahsyatnya KREATIVITAS menulis dengan KEKUATAAN OTAK KANAN
* Menulis adalah SKIL KOMUNIKASI yang bisa dipelajari yang sangat menentukan kesuksesan dalam memenangkan kompetisi di era GLOBALISASI.
*Baik bagi PERKEMBANGAN kecerdasan dan kreativitas pada ANAK DIDIK.
*Menjadikan menulis sebagai AKTIVITAS yang MENYENANGKAN.
*TRIK menghasilkan tulisan yang menggugah dan menginspirasi.
Tentang Kami
WRITING REVOLUTION adalah lembaga pendidikan dan pelatihan yang memfokuskan dalam menumbuhkan, mengembangkan, dan mempertajam kemampuan menulis anak bangsa. Visi besar kami adalah MENCETAK 1 JUTA PENULIS HEBAT DAN PROFESIONAL SAMPAI TAHUN 2025. Tujuan yang kami pancangkan adalah tumbuhnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap kegiatan tulis-menulis sehingga bangsa ini semakin cerdas. Dengan terbentuknya masyarakat yang cerdas, maka kualitas sumber daya manusia Indonesia akan mampu bersaing di era globalisasi dan perdagangan bebas yang sudah di ambang mata.
Menulis adalah keahlian dasar yang WAJIB dikuasai oleh setiap kita jika ingin memenangkan ketatnya persaingan di zaman keterbukaan informasi seperti saat ini. Sudah terbukti secara ilmiah, bahwa menulis adalah skil atau keahlian yang bisa dipelajari dan dikembangkan, dan WRITING REVOLUTION ingin mengambil peran penting dalam mengembangkan SDM yang mahir menulis. Dengan motto "TERDEPAN MENCERDASKAN", WRITING REVOLUTION dengan tangan terbuka menerima tawaran kerja sama dengan siapa saja, organisasi, instansi atau perseorangan dalam mengadakan seminar, pelatihan dan sekolah menulis di SELURUH INDONESIA.
Kontak kami:
Alamat: Jalan Merak Sakti, Simpang Baru, Panam, Pekanbaru.
HP: 081275853550
Email: WritingRevo@gmail.com
*Profil Pembicara:
Joni Lis Efendi, lahir pada tanggal 8 Juni 1982. Ratusan tulisan lepas penulis berupa cerpen, puisi, esai dan artikel tersebar di sejumlah media massa cetak seperti Republika, Riau Pos, Haluan Riau, Haluan Padang, Riau Tribune, Majalah Sabili, Majalah Ummi, Majalah Budaya Sagang, dan lain-lain. Penulis juga telah menulis 5 manuskrip novel. Dan, terobsesi untuk menulis skenario film.
Adapun buku yang ditulis Penulis:
Berani Bermimpi (FlashBook, 2010)
20 Mantra Cepat Kaya (Leutika, 2010)
My Strawberry (Abdika, 2010)
Smart Tahajud (Grafindo, 2009)
Chocolate of Happiness (Diva Press, 2009)
Writing Donuts: Nulis itu Selezat Donat (Buku Biru, 2009)
Quantum Sedekah: Trik Jitu Melejitkan Kekayaan dan Spiritual (Grafindo, 2008)
The Power of Wisdom: Kitab Hikmah Buah Keimanan (Grafindo, 2008)
Dirimu Harta Karun yang Tak Ternilai (Media Qalbu, 2004)
Menggapai Impian (Media Qalbu, 2006)
Making Dream Team (Pustka Ulumuddin, 2006)
Menjadi Remaja Paling Bahagia di Dunia (Rosalba Press, 2006)
Nama-Nama Pembawa Berkah (proses terbit, 2011)
Writing Revolution, Cara Kilat Menulis Cerpen yang Layak Muat di Koran/Majalah dan Menang Lomba (proses terbit 2011)
Muhasabah 5 Menit yang Mencerahkan: Alhamdulillah, Bersyukur Mendatangkan Kelimpahan, Keberkahan dan Kebahagiaan (proses terbit Pro-U Media, 2011)
Chocolate of Success (proses terbit)
Sedangkan tulisannya yang tergabung dalam beberapa antologi, di antaranya:
Dua Warna, Antologi Cerpen dan Puisi (FLP Riau, 2010)
Negeri Anyaman, Kumpulan Cerpen Pilihan Riau Pos 2010 (Yayasan Sagang, 2010)
Sastra, Jati Diri dan Kemiskinan Kreatif, Kumpulan Esai Pilihan Riau Pos 2010 (Yayasan Sagang, 2010)
Jalan Pulang, Kumpulan Cerpen Pilihan Riau Pos 2006 (Yayasan Sagang, 2006)
Krisis Sastra Riau, Kumpulan Esai Pilihan Riau Pos 2007 (Yayasan Sagang, 2007)
Pipa Air Mata, Kumpulan Cerpen Pilihan Riau Pos 2008 (Yayasan Sagang, 2008)
Sastra yang Gundah, Kumpulan Esai Pilihan Riau Pos 2009 (Yayasan Sagang, 2009)
Prestasi dalam dunia tulis menulis:
Nominasi Lomba Menulis Cerpen Remaja PT Rohto 2010
Juara 3 Lomba Cerpen Nasional Majalah Ummi 2007
Juara 1 Lomba Cerpen se-Riau 2006.
Juara Harapan 2 Laman Cipta Sastra, kategori cerpen oleh Dewan Kesenian Riau
Juara 3 Lomba Karya Tulis Honda 2008
Juara 1 Lomba Karya Tulis KORPRI Riau 2007
Juara 1 Lomba Karya Tulis HUT Emas Provinsi Riau 2007
Juara Harapan 1 Lomba Esai Pemuda Mempora 2009
Juara 2 Lomba Karya Tulis HUT Harian Umum Haluan Riau 2007
Nominator sayambera novel Mizan 2005.
Dll.
Selain itu, penulis menerima 24 penghargaan nasional dan daerah. Penulis masih aktif bergiat di "rumah kepenulisan" Forum Lingkar Pena (FLP) Riau sebagai Dewan Penulis. Pernah menyandang amanah sebagai Ketua Umum FLP Riau 2005—2007 dan Ketua FLP Jaringan Wilayah Sumatra 2006—2009, serta belasan organisasi lainnya yang pernah diikutinya. Penulis juga beberapa kali diundang untuk mengisi pelatihan penulisan kreatif di sejumlah organisasi kampus, sekolah, instansi dan diundang ke bebebarapa daerah.
Tuesday, 31 August 2010
22 Cerpen Pemenang Lomba Cipta Cerpen Pemuda 2010
Jakarta: Berdasarkan surat keputusan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora dengan nomer: Kep.0278A/Menpora D.I/7/2010, maka dewan juri Lomba Cipta Cerpen Pemuda 2010 Rabu (25/8) lalu telah memutuskan sebanyak 22 cerpen yang masuk ke dalam daftar panitia.
Lomba Cipta Cerita Pendek Pemuda 2010 diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada pemuda yang berprestasi dan berbakat dalam bidang sastra. Selain itu kemenpora juga ingin memberikan ruang, pengakuan dan penghargaan terhadap pemuda Indonesia atas prestasi, karya dan kreativitas sebagai inspirasi dan motivasi bagi kalangan pemuda.
Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda, Sakhyan Asmara mengatakan cerpen merupakan bagian penting dalam dunia sastra. Sebab, dengan mengembangkan ruang-ruang penciptaan cerpen akan bermuara pada peningkatan produktivitas karya sastra yang bermutu dan berguna bagi masyarakat luas.
"Dengan mengajak pemuda Indonesia untuk berlomba menulis cerpen, setidaknya bisa terjalin proses kompetisi yang bermuara pada peningkatan daya saing. Bila terbangun mental pemuda yang berdaya saing, maka pembangunan karakter bangsa akan mudah menemukan titik terang," kata Sakhyan di ruangannya, Senin (30/8).
Berikut daftar 22 cerpen yang tersaring dari ratusan cerper yang masuk ke panitia Lomba Cipta Cerpen Pemuda 2010
1. Sulfiza Ariska, judul: Pemetik Shitar, dari Shandong Sumatera Barat
2. Fatmawati, Balada Seorang Guru Muda, Jawa Tengah
3. Fitrawan Umar, Surga Ibu, Sulawesi Selatan
4. Agustina Dwi Rahayu, Canting Cinta Srikandi, Yogyakarta
5. Pinto Anugrah, Pandam, Sumatera Barat
6. Benny Arnas, Senja Yang Paling Ibu, Sumatera Selatan
7. Putri Nahrisa, Nasution Si Ucok Mandailing, Sumatera Utara
8. Saeful Anwar, Toko Demo, Jawa Barat
9. Azizah Hefni, Perempuan Daun, Jawa Timur
10. Siti Chasanah, Tak Seelok Peri Langit, Yogyakarta
11. Resta Gunawan, Telinga Kayu, Yogyakarta
12. Yudhistira, Dendang Si Buyung, Sumatera Barat
13. Pitri Yandri, Dasi Abu-Abu, Banten
14. Riana Sari, Api Kecil di Dermaga, Banten
15. Mahwiyanto, Orang-orang Laut, Yogyakarta
16. Siti Armila, Sandal Biru, Banten
17. Erika Erliana, Seruni, Jawa Timur
18. Ade Galang Kusuma, Kidung Rindu dari Merbabu, Jawa Tengah
19. Ito Kurniawan, Seekor Kunang-Kunang, Jawa Timur
20. M Ridwan, Dongeng Sebelum Berkuasa, Jawa Timur
21. Ahmad Muzaki, Secuil Rajah dari Orang Gila, Lampung
22. Endin Saparudin, Api Terus Menggelora dalam Matanya, Banten
Sumber: http://www.kemenpora.go.id/index/preview/pengumuman/21
Lomba Cipta Cerita Pendek Pemuda 2010 diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada pemuda yang berprestasi dan berbakat dalam bidang sastra. Selain itu kemenpora juga ingin memberikan ruang, pengakuan dan penghargaan terhadap pemuda Indonesia atas prestasi, karya dan kreativitas sebagai inspirasi dan motivasi bagi kalangan pemuda.
Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda, Sakhyan Asmara mengatakan cerpen merupakan bagian penting dalam dunia sastra. Sebab, dengan mengembangkan ruang-ruang penciptaan cerpen akan bermuara pada peningkatan produktivitas karya sastra yang bermutu dan berguna bagi masyarakat luas.
"Dengan mengajak pemuda Indonesia untuk berlomba menulis cerpen, setidaknya bisa terjalin proses kompetisi yang bermuara pada peningkatan daya saing. Bila terbangun mental pemuda yang berdaya saing, maka pembangunan karakter bangsa akan mudah menemukan titik terang," kata Sakhyan di ruangannya, Senin (30/8).
Berikut daftar 22 cerpen yang tersaring dari ratusan cerper yang masuk ke panitia Lomba Cipta Cerpen Pemuda 2010
1. Sulfiza Ariska, judul: Pemetik Shitar, dari Shandong Sumatera Barat
2. Fatmawati, Balada Seorang Guru Muda, Jawa Tengah
3. Fitrawan Umar, Surga Ibu, Sulawesi Selatan
4. Agustina Dwi Rahayu, Canting Cinta Srikandi, Yogyakarta
5. Pinto Anugrah, Pandam, Sumatera Barat
6. Benny Arnas, Senja Yang Paling Ibu, Sumatera Selatan
7. Putri Nahrisa, Nasution Si Ucok Mandailing, Sumatera Utara
8. Saeful Anwar, Toko Demo, Jawa Barat
9. Azizah Hefni, Perempuan Daun, Jawa Timur
10. Siti Chasanah, Tak Seelok Peri Langit, Yogyakarta
11. Resta Gunawan, Telinga Kayu, Yogyakarta
12. Yudhistira, Dendang Si Buyung, Sumatera Barat
13. Pitri Yandri, Dasi Abu-Abu, Banten
14. Riana Sari, Api Kecil di Dermaga, Banten
15. Mahwiyanto, Orang-orang Laut, Yogyakarta
16. Siti Armila, Sandal Biru, Banten
17. Erika Erliana, Seruni, Jawa Timur
18. Ade Galang Kusuma, Kidung Rindu dari Merbabu, Jawa Tengah
19. Ito Kurniawan, Seekor Kunang-Kunang, Jawa Timur
20. M Ridwan, Dongeng Sebelum Berkuasa, Jawa Timur
21. Ahmad Muzaki, Secuil Rajah dari Orang Gila, Lampung
22. Endin Saparudin, Api Terus Menggelora dalam Matanya, Banten
Sumber: http://www.kemenpora.go.id/index/preview/pengumuman/21
Friday, 20 August 2010
Membangkitkan Semangat Nasionalisme

Oleh Joni Lis Efendi
KEMERDEKAAN Indonesia 65 tahun lalu bukanlah hadiah dari pendudukan Jepang, yang kalah perang setelah dua kotanya Hiroshima dan Nagasaki dibom atom Amerika pada akhir Perang Pasifik.
Kemerdekaan Indonesia adalah perjuangan fisik rakyat bangsa ini mengangkat senjata melawan penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang.
“Merdeka atau Mati!” pekik Bung Karno menjadi magnet pemersatu perjuangan bersenjata bangsa ini. Merdeka adalah harga mati walau harus ditebus dengan genangan darah.
Perjuangan merebut kemerdekaan oleh para pejuang bangsa bukanlah proses kebetulan. Semua itu dihiasi dengan tetesan darah dan air mata yang diikat kokoh oleh rasa nasionalisme Indonesia yang kukuh menghujam dalam dada segenap anak bangsa.
Menjadi bangsa merdeka adalah sebuah pengakuan atas kedaulatan bangsa Indonesia sehingga bisa berdiri sejajar dengan bangsa lain.
“Merdeka atau mati!” Bukanlah sebuah pekikan biasa tanpa makna, tapi sebuah semboyan yang lahir dari adanya sikap nasionalisme. Proklamasi Kemerdekaan 1945 bukanlah puncak dari kemerdekaan, namun baru awal untuk membentuk bangsa Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Perjuangan senjata tidak serta-merta selesai ketika bangsa ini memproklamasikan kemerdekaan tahun 1945. Perjuangan senjata masih berlanjut. NICA dan KNIL yang membonceng ketika tentara Inggris mendarat di tanah air, yang awalnya bertujuan melucuti tentara Jepang dan mengevakuasi interniran Eropa. Tentara NICA dan KNIL mendarat di kota-kota besar di Indonesia dan secara terang-terangan ingin mengibarkan kembali bendera Belanda di tanah persada.
Perjuangan senjata mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda kembali berkobar. Pasukan Inggris yang dari awal tidak ingin terlibat kontak senjata akhirnya terseret. Pasukan Inggris dalam Divisi Mansergh yang mendarat di Surabaya dan berhasil menguasai kota itu.
Namun kenyataan mereka tidak mudah untuk menguasai basis perjuangan arek-arek Surabaya yang begitu gigih berkorban mempertahankan kemerdekaan. Pertempuran 10 November Surabaya 1945 memberikan gambaran bahwa bangsa ini memiliki semangat nasionalisme yang kuat untuk berjuang mati-matian.
Akhirnya Inggris mendorong Belanda untuk menyelesaikan urusannya dengan cara diplomatik. Setelah Inggris menyelesaikan misinya lalu meninggalkan Indonesia, tapi Belanda dengan tentara NICA dan KNIL-nya masih bertahan.
Belanda pun melancarkan Agresi Militer Pertama dan Kedua untuk mematahkan perjuangan rakyat bangsa ini. Tapi Belanda tidak mendapatkan apa-apa selain kerugian besar. Akhirnya mereka mengakui kedaulatan Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Denhaag pada tahun 1949. Indonesia pun diakui sebagai negara merdeka oleh PBB.
Neocortical Warfare
Kegagalan Belanda untuk kembali menjajah Indonesia adalah bukti kuatnya nasionalisme rakyat bangsa ini yang tidak ingin kembali dijajah. Kehancuran pasukan Amerika dan Prancis di Vietnam serta runtuhnya Uni Soviet pada perang Afghanistan telah menunjukkan bahwa nasionalisme tak mampu dikalahkan.
Kini Amerika Serikat sepertinya akan menggali lubang yang sama pada perang di Irak dan Afghanistan. Kekuatan militer sekuat dan sedigdaya apapun akan sulit menaklukkan benteng kokoh nasionalisme. Sampai detik ini, Palestina tidak mampu dikuasi oleh Israel, yang unggul dari segi apapun, karena semangat nasionalisme.
Namun kini wajah nasionalisme Indonesia sudah kian memburam. Paradigma bangsa ini mengalami pelencengan yang cukup memprihatinkan. Memang tidak ada lagi perjuangan mengangkat senja mempertahankan kemerdekaan dari serbuan negara lain. Tapi bukan berarti nasionalisme menjadi bahan usang.
Tatanan dunia berubah teramat cepatnya sejak bangsa ini merdeka. Kini bangsa kita memasuki era globalisasi yang meniadakan batas-batas wilayah negara dan seakan-akan kedaulatan suatu bangsa sudah melebur menjadi kesatuan. Namun semua itu hanyalah mantra baru yang melenakan. Dalam globalisasi peran negara dimarginalkan, sehingga dominasi korporasi multinasional menjadi penentu dalam kebijakan suatu negara.
Ketimpangan antar negara dibiarkan terjadi, sehingga yang mendapatkan keuntungan lebih besar adalah negara-negara maju. Sedangkan masalah kedaulatan, nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan menjadi perbincangan usang, jadul dan tidak relevan lagi pada masa ini. Tanpa sadar sebenarnya nasionalisme bangsa ini kian terkikis.
Secara sepihak, negara-negara kuat seperti Amerika terus memupuk semangat nasionalisme negaranya untuk mengamankan kepentingan mereka terhadap negara-negara lain (negara berkembang). Pemuda-pemuda Amerika terus dibangkitkan semangat nasionalismenya sehingga bersedia ditempatkan di pangkalan militer negara adidaya itu seperti di Jepang, Timur Tengah, Korea, Irak dan Afghanistan. Semua itu untuk menjaga kepentingan dan hegemoni mereka atas bangsa-bangsa lain.
Bagi Amerika, ancaman perang tidak akan pernah berakhir. Kekuatan militer bagi Amerika adalah perangkat keras untuk mengamankan kepentingan mereka serta mengintimidasi nasionalisme bangsa lain.
Bagi mereka, nasionalisme bangsa lain adalah sebuah potensi ancaman. Negara-negara maju menyadari sepenuhnya mengerahkan tank, pesawat tempur dan tentara untuk menguasai suatu negara begitu berisiko dan biayanya sangat mahal. Agar kepentingannya dan hegemoni mereka tetap terjaga, Amerika dan negara maju terus melancarkan neocortical warfare yakni perang neokortikal yang mencecoki otak-otak masyarakat di negara ketiga dengan pesan-pesan dalam bentuk verbal (suara), visual (gambar) dan tulisan.
Pesan-pesan itu bermuara pada satu tujuan yakni mencuci otak masyarakat negara lain sehingga mereka meyakini bahwa yang lebih hebat teknologi, politik dan budayanya adalah Amerika.
Pelan tapi pasti mereka akan mengekor pada Amerika karena otaknya sudah berhasil dicuci. Gejala seperti ini sudah demikian kentara merasuki pikiran bangsa ini. Semua yang datang dari Amerika adalah baik, sedangkan apa-apa yang kita miliki, apakah itu kebudayaan, tradisi, produksi dalam negeri dan sebagainya hanyalah kelas rendahan.
Lambat-lambat sikap kebangsaan dan nasionalisme bangsa ini menjadi luntur. Amerika tidak perlu mengarahkan moncong rudalnya ke Indonesia untuk menguasai bangsa ini. Nyatanya tidak ada siapa pun di republik ini yang mampu mematahkan kepentingan Amerika di Indonesia.
Nasionalisme Indonesia memang sengaja dilemahkan agar bangsa ini tidak macam-macam apalagi sampai mengganggu kepentingan Amerika dan negara maju lainnya. Karena bangsa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, letaknya yang strategis di jalur perdagangan dan pelayaran dunia.
Andaikan nasionalisme bangsa ini kuat tentu kita akan menjadi bangsa yang sangat disegani dan Amerika dan kroni-kroninya tidak bisa sesuka hatinya mengotak-atik kepentingan dan kedaulatan Indonesia. Sayangnya, nasionalisme kita kian kendur dan indikasi perpecahan di dalam tubuh bangsa ini sudah mulai tampak. Sampai kapan kita membiarkan kondisi seperti ini berlangsung? Semoga dengan peringatan 65 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ini, kita mampu membangkitkan kembali semangat nasionalisme untuk menjadi bangsa yang berdaulat dan disegani di mata dunia.***
Joni Lis Efendi, Ketua Kajian Lingkar Perubahan.
Sumber:Riau Pos,
17 Agustus 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)













