Sosok Penulis Masa Depan Indonesia
Edisi kedua 13 September 2011
Untuk edisi kali ini yuk sama-sama kita mengenal lebih jauh sosok penulis bernama lengkap Okti Lilis Linawati atau yang eksis dengan panggilan Okti Li (WR 01). Penulis yang saat ini berdomisili di Taiwan, tepatnya kota Taipei ini ternyata memiliki segudang prestasi, bahkan hingga ia tidak mengingat satu persatu karya yang ia hasilkan. Berikut ini akan kita ikuti langkah-langkahnya dalam meraih kesuksesan dalam dunia tulis menulis.
Okti Li atau yang sering di sapa Teh Okti Li oleh sebagian warga WR ini mengaku menyukai menulis sejak sekolah dasar, saat guru Bahasa Indonesianya memberi tugas mengarang dan ia berhasil menyelesaikannya lebih dari target yang gurunya berikan, tapi tentu saja tulisannya belum maksimal, hingga saat ia masuk sekolah lanjutan, baru ia mulai serius menekuni dunia tulis menulis dan berhasil memperoleh juara dalam setiap perlombaan menulis yang ia ikuti. Dan karya yang pertama kali berhasil di publikasikan dalam media cetak pada tahun 1994 pada harian daerah kabupaten Tasikmalaya. Sempat tidak mengirimkan karya pada tahun 1999 dan mulai kembali mengirimkan karya pada tahun 2003 dan tulisannya masuk dalam media cetak berbahasa Indonesia yang beredar di Hongkong.
Edisi kedua 13 September 2011
Untuk edisi kali ini yuk sama-sama kita mengenal lebih jauh sosok penulis bernama lengkap Okti Lilis Linawati atau yang eksis dengan panggilan Okti Li (WR 01). Penulis yang saat ini berdomisili di Taiwan, tepatnya kota Taipei ini ternyata memiliki segudang prestasi, bahkan hingga ia tidak mengingat satu persatu karya yang ia hasilkan. Berikut ini akan kita ikuti langkah-langkahnya dalam meraih kesuksesan dalam dunia tulis menulis.
Okti Li atau yang sering di sapa Teh Okti Li oleh sebagian warga WR ini mengaku menyukai menulis sejak sekolah dasar, saat guru Bahasa Indonesianya memberi tugas mengarang dan ia berhasil menyelesaikannya lebih dari target yang gurunya berikan, tapi tentu saja tulisannya belum maksimal, hingga saat ia masuk sekolah lanjutan, baru ia mulai serius menekuni dunia tulis menulis dan berhasil memperoleh juara dalam setiap perlombaan menulis yang ia ikuti. Dan karya yang pertama kali berhasil di publikasikan dalam media cetak pada tahun 1994 pada harian daerah kabupaten Tasikmalaya. Sempat tidak mengirimkan karya pada tahun 1999 dan mulai kembali mengirimkan karya pada tahun 2003 dan tulisannya masuk dalam media cetak berbahasa Indonesia yang beredar di Hongkong.

